|
Written by Administrator
|
|
Sunday, 06 November 2011 12:16 |
|
zak
Ketika jammah haji di tanah suci memulai ritual hajinya, siswa-siswi SD Muhammadiyah Manyar kemarin pagi (4/11) juga melakukan hal yang sama. Bedanya, siswa-siswa tersebut melaksanakan rukun haji dalam bentuk manasik. Masjid At Taqwa dijadikan Masjidil Haram lengkap dengan ka’bah dan tempat sainya. Kegiatan bermula dari sana menuju ke halaman sekolah yang dianggap Padang Arafah. Para jamaah haji cilik dengan khusyuk mendengarkan khutbah wukuf di sana. Kemudian, semuanya bergerak menuju “Muzdalifah” di pos kamling samping sekolah. Di sana para jamaah cilik mencari kerikil untuk lempar jumrah. Kembali ke Mina, jamaah cilik melaksanakan lempar jumrah, tahalul, bayar dam dengan kurban, tawaf, dan sai. Rangkaian diakhiri dengan lempar tiga jumrah dan tawaf wada. Di bagian inilah para siswa terlihat bersemangat. Dengan teriakan takbir yang lantang, para siswa melempari papan kayu yang dijadikan jumrah. Salah satu pembimbing manasik SD Muhammadiyah Manyar, Ismail Marzuki, menyatakan kegiatan manasik ini sangat penting bagi pendidikan agama siswa. “Bagi siswa sekolah dasar, tujuan utamanya adalah agar mereka memahami urut-urutan haji. “ papar Ismail Para siswa juga terlihat sangat antusias berpanas-panasan mengikuti rangkaian haji ini. “Apalagi kami juga dibantu oleh wali murid yang juga praktisi dalam ilmu manasik haji.” ujar Ismail disambut tepuk tangan para siswa. (abee) |
|
Last Updated on Monday, 07 November 2011 01:10 |
|
|
Sumpah Pemuda Ala SD Muh Manyar |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Friday, 28 October 2011 07:44 |
|
Hari Sumpah pemuda yang dimeriahkan SD Muhammadiyah Manyar sangat meriah bahkan menyenangkan, hampir semua siswa berpartisipasi dalam kegiatan ini. Diawali dengan senam poco-poco yang dipragakan oleh 4 ustadzah, dwi kembar, Ustadzah Vita dan UstadzahTari, Ustadzah Puput dan Ustadzah Athiq. Setelah acara senam pagi yang menyegarkan, acara dilanjutkan dengan paduan suara dari kelas 5 dan kelas 6, mereka melantunkan lagi kebangsaan seperti Satu Nusa Satu Bangsa, dan juga Bangun Pemuda Pemudi. Setelah acara seremonial, anak-anak dibagi perkelompok untuk mengikuti kegiatan inti yaitu bersih-bersih dan kerja bakti untuk sekolah dan sekitarnya, banyak masyarakat sekitar sekolah tertuama tetangga merasa senang dengan adanya pembersihan lingkungan, dengan pembersihan lingkungan diharapkan dapat menciptakan suasana kondusif untuk belajar juga menjalin hubungan yang harmonis dengan tetangga masyarakat sekitar sekolah. |
|
Written by Administrator
|
|
Thursday, 03 March 2011 07:07 |
|

yudi Rabu 23 Februari 2011 bisa jadi adalah hari yang ditungggu oleh siswa-siswi kelas 1 SD Muhammadiyah Manyar. Ya pada hari itu sebanyak 71 siswa dan 13 ustadz-ustadzah pendamping mengadakan acara Outbound di Bumi Perkemahan Semen Gresik. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa keberanian, kerjasama, solidaritas dan kepemimpinan sejak dini pada siswa. Motto kegiatan ini adalah Confident to perform. Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 – 12.00 WIB. Terdapat berbagai macam games tantangan untuk individu yaitu: Flying Fox, Spider Web, Titian Tali, dan Papan Goyang. Serta Games untuk kelompok yang bersifat kerjasama team yaitu: Pindah kelereng, Bola pipa, dan Kelompen raksasa. Siswa sangat antusias mengikuti jalannya kegiatan dari awal sampai akhir meskipun ada beberapa siswa yang terlihat takut, walaupun begitu dengan semangat dan dorongan sesama teman akhirnya ketakutan itu dapat ditaklukkan. Di akhir kegiatan ustadz-ustadzah pendamping memberikan medali penghargaan kepada siswa yang paling berani dan paling cepat menyelesaikan tantangan untuk satu siswa di masing-masing kelompok. Alhamdulillah outbound berjalan lancar sampai akhir sebelum ditutup dengan makan siang bersama dan sholat dhuhur berja’ma’ah. Rombongan outbound kelas 1 pulang kembali ke sekolah pada jam 14.00 WIB. |
|
Last Updated on Thursday, 03 March 2011 07:41 |
|
TEATER KOMA KUNJUNGI SEKOLAH |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 30 December 2009 00:37 |
|
Halaman SD Muhammadiyah Manyar kemarin siang (10/11) penuh sesak. Para siswa dan guru antusias dalam menyambut tamu istimewa, Teater Koma. Lengkap dengan personilnya, terutama pentolan Teater Koma N. Riantiarno dan Ratna Riantiarno, istrinya. Dengan sambutan istimewa yang menampilkan tari, paduan suara, dan drama kolosal bertajuk Hari Pahlawan, Mas Nano—sapaan akrab N. Riantiarno—juga terlihat antusias menyaksikannya. Dalam acara memperingati Hari Pahlawan 10 November yang bekerja sama dengan Komunitas Teater Sekolah se-Gresik (Kota Seger), kedatangan Teater Koma sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Gresik, terutama siswa sekolah. Sebanyak 120 siswa dari berbagai SD, SMP, dan SMA di Gresik juga berkumpul di sana. Setelah itu, diadakan pula sarasehan budaya yang diisi langsung oleh Mas Nano dan segenap awak Teater Koma di aula sekolah. Dialog mengenai proses berkesenian yang selama ini diterapkan Teater Koma menjadi ilmu tambahan bagi para siswa. “Kesenian teater di Gresik ternyata memiliki pondasi kuat justru dari semangat berkarya para pelajar.” ujar Mas Nano. “Hal ini tidak boleh berhenti dan harus dikembangkan. Harus selalu koma, tanpa titik.” tambahnya. Teater Koma, lanjutnya, juga terus berupaya tidak berhenti berkarya dalam proses berkeseniannya selama 33 tahun sejak berdiri. Abizar Pea, pembimbing drama di sekolah itu menyatakan kedatangan Teater Koma kemarin menjadi semangat baru bagi kesenian Gresik. “Melalui sekolah-sekolah yang dibantu Kota Seger, kami terus berupaya untuk selalu memberi wadah kreativitas kepada para siswa.” Teater merupakan wadah yang baik untuk tujuan tersebut. “Manfaat yang paling nampak nantinya adalah tumbuhnya kepekaan sosial, sesuatu yang sulit ditumbuhkan bila daya kreatif siswa mandek.” imbuhnya. (Bee)
|
|
Last Updated on Sunday, 14 November 2010 14:23 |
|
|
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
|
|
Page 1 of 2 |